Kamis, 20 Oktober 2011

Sistem Pengendalian Manajemen

 
Sistem Pengendalian Manajemen adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa anak sistem yang saling berkaitan yaitu pemograman, penganggaran, akuntansi, pelaporan, dan pertanggungjawaban untuk membantu manajemen mempengaruhi orang lain dalam perusahaan agar mau mencapai tujuan perusahaan melalui strategi tertentu secara efektif dan efisien.

Sistem adalah sekelompok komponen yang masing-masing saling menunjang, saling berhubungan maupun tidak yang keseluruhan merupakan sebuah kesatuan.

Pengendalian Manajemen adalah proses untuk mempengaruhi orang lain dalam sebuah perusahaan agar secara efektif dan efisien mencapai tujuan perusahaan.

Pengendalian Tugas adalah prose untuk memastikan bahwa tugas yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Efektif adalah perbandingan antara keluaran dengan tujuan atau kemampuan untuk mengerjakan hal yang benar.

Efisien adalah perbandingan antara keluaran dengan masukan atau kemampuan untuk mengerjakan hal dengan benar.

Anggaran adalah pernyataan resmi oleh manajemen tentang harapan manajemen dalam pendapatan, biaya, dan transaksi keuangan dalam jangka waktu tertentu.

Pemograman adalah sebuah proses untuk memilih program demi mencapai tujuan perusahaan.

Merencanakan: mengkoordinasikan kegiaatan antar bagian – mengkomunikasikan

Mengevaluasi: memutuskan tindakan yang diperlukan – mempengaruhi

Elemen SPM:
  1. Pelacak (detector) atau sensor yaitu suatu perangkat yang mengukur apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses yang akan dikendalikan.
  2. Penilai (assessor) yaitu suatu perangkat yang menentukan signifikansi dari peristiwa aktual dengan cara membandingkannya dengan beberapa standar atau ekspektasi dari apa yang seharusnya terjadi.
  3. Effektor yaitu suatu perangkat (yang sering disebut dengan “umpan balik”) yang mengubah perilaku jika assessor.
  4. Jaringan komunikasi yaitu perangkat yang menentukan informasi antara detector dan assessor dan antara assessor dan effector.


Pusat pertanggung jawaban adalah merupakan organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang dilakukan.
4 jenis pusat pertanggung jawaban:
Pusat biaya Adalah pusat pertanggungjawaban yang oleh sistem pengendalian manajemen masukannya diukur dalam satuan moneter sedangkan keluarannya tidak diukur dalam satuan moneter.
Alasannya: pusat biaya tidak bertanggungjawab atas nilai keluaran dan keluaran tidak bisa diukur.
Input: biaya       Output: hasil

Pusat Pendapatan Adalah Pusat pertanggungjawaban yang keluarannya diukur dalam satuan moneter sedangkan masukannya tidak dihubungkan dengan keluarannya.
Contoh: laporan laba rugi

Pusat Laba Adalah pusat pertanggungjawaban yang keluaran dan masukannya diukur dalam satuan moneter sehingga labanya dapat diukur.

Pusat Investasi Adalah pusat pertanggungjawaban yang hasil kerjanya diukur berdasarkan laba dan jumlah investasinya.

ROI adalah perbandingan antara laba dengan jumlah investasinya
ROI dapat menimbulkan rasa tidak diantara para pemimpin pusat investasi.
ROI berdasarakan harga pemerolehan aktiva juga dapat menimbulkan masalah
Laba residual adalah laba setelah dikurangi dengan biaya modal.

SWOT (digunakan dalam perencanaan strategis)
  1. STRENGTH (KEKUATAN)
  2. WEAKNESS (KELEMAHAN)
  3. OPPOTUNITY (KESEMPATAN)
  4. THREAT (ANCAMAN)
Langkah-langkah analisis SWOT:
  1. Menentukan bidang usaha
  2. Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman
  3. Menetapkan faktor penentu sukses
  4. Menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan.


KOMPENSASI DAN BONUS
Kompensasi:
  1. Untuk menimbulkan keselarasan tujuan antar manajemen dengan pemilik
  2. Untuk merekrut tenaga yang cakap
  3. Untuk mempertahankan tenaga yang cakap
Bonus:
  1. Untuk meningkatkan kinerja manajemen
  2. Untuk menjaga agar manajemen yang baik tidak pindah keperusahaan lain
  3. Agar manajemen tidak terpacu untuk menentukan kompensasi untuk dirinya sendiri

Mengapa perusahaan butuh SPM:

SPM dibutuhkan untuk menjamin bahwa sumber daya perusahaan digunakan secaara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.

Apakah semua perusahaan butuh SPM: semua perusahaan atau organisasi butuh SPM.

Mengapa SPM dapat bisa mempengaruhi tujuan perusahaan: SPM yang bagus atau baik akan menjamin sumber daya perusahaan digunakan secaara efektif dan efisien sehingga tujuan perusahaan akan tercapai.

Fungsi angggaran:
  1. Menilai program, strategi, sasaran, bahkan tujuan perusahaan.
  2. Menentukan wewenang dan tanggung jawab pusat pertanggungjawaban.
  3. Mengadakan koordinasi diantar pusat pertanggungjawaban
  4. Menjadi dasar penilaian

ARTKEL TERKAIT



0 komentar:

Poskan Komentar